mau uang gratis?.... tiap usaha klik jari anda?

cari uang gratis..... tanpa terlalu susah?

Rabu, 22 Juli 2009

Tinggal seminggu lagi kesempatan blogger Indonesia raih hadiah laptop

Tinggal seminggu lagi kesempatan blogger Indonesia raih hadiah laptop


Tinggal seminggu lagi kesempatan blogger Indonesia raih hadiah laptop

Posted: 21 Jul 2009 11:00 AM PDT


Lomba menulis blog ini dibuka awal Juni lalu dan akan ditutup akhir bulan Juli yang tinggal sepekan lagi. Caranya sangat mudah: daftar gratis lalu tulis minimal satu artikel review.

Hadiahnya banyak. Hadiah paling kecil adalah 100 biji penyimpan data USB kapasitas 4 giga merek terkenal Kingston untuk 100 blogger pemenang keenam. Sedangkan hadiah lainnya adalah:

KLIK GAMBAR UNTUK MENDAFTARKAN BLOGMU SECARA GRATIS

KLIK GAMBAR UNTUK MENDAFTARKAN BLOGMU SECARA GRATIS

  • 1 notebook Acer Aspire untuk satu jawara pertama
  • 1 laptop mini jenis netbook untuk satu jawara kedua
  • 1 kamera digital untuk satu jawara ketiga
  • 5 modem Pro Link mobile yang tinggal colok ke port USB untuk lima orang jawara keempat
  • 10 biji penyimpan data USB flash disk kapasitas 8 GB bagi 10 blogger pemenang kelima

Lomba menulis blog atau kontes blog ini dipersembahkan oleh Alnect Komputer, sebuah toko online yang menjual peralatan teknologi informasi seperti komputer dan kamera, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi mereka bagi kemajuan blogger Tanah Air.

Tidak dikutip biaya dari blogger yang ingin mendaftar kontes. Baik situs blog dengan hosting sendiri maupun blog gratis yang numpang di wordpress.com, blogspot.com, dll, bisa mengikuti lomba menulis Alnect. Artikel yang dilombakan ditulis dalam bahasa Indonesia dan harus terindeks dalam mesin pencari seperti Google [baca artikel Tips mengikuti kontes blog Alnect].

Pengumuman pemenang kontes blog 2009 Alnect Komputer dilakukan 17 Agustus 2009, tepat pada HUT Kemerdekaan RI, pukul 1 dini hari. Ayo daftarkan blogmu sekarang, klik di sini, dan di halaman situs Alnect selanjutnya klik tulisan Daftar.

Cari dengan Google - Ketik kata kunci dalam kotak

  • Mungkin anda yang memakai email Yahoo tidak bisa melihat foto/gambar ilustrasi dalam artikel-artikel Blog Berita ini. Untuk menampilkan foto, lihat di bagian atas email Yahoo, klik tulisan SHOW IMAGES.
  • Artikel ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Untuk BERKOMENTAR soal topik tulisan, KLIK JUDUL ARTIKEL.
  • Kuucapkan terima kasih buat anda yang setia membaca artikel Blog Berita via email. Sampai Juni 2009 pelanggan Blog Berita sudah mencapai 2.500 orang. Beritahukan kepada teman anda untuk berlangganan Blog Berita secara gratis. Salam, Jarar Siahaan -- www.blogberita.net

Tinggal seminggu lagi kesempatan blogger Indonesia raih hadiah laptop

tafbutton blue16 Tinggal seminggu lagi kesempatan blogger Indonesia raih hadiah laptop

Bom meledak, isteri muda berkelahi, SBY ditipu, Ba’asyir ditolak [baguslah...]

Posted: 21 Jul 2009 08:27 AM PDT


Beberapa kutipan judul artikel menarik dari portal berita Indonesia. Salah satu kebiasaanku bila jalan-jalan di situs Internet adalah memerhatikan judul artikel sebelum kemudian membacanya.

Tulis Okezone pada judul beritanya: Bom Meledak, Tukang Ojek Menjerit, Tukang Siomay Tertawa. Sebelum membaca isi artikel, aku menebak-nebak, ini pasti liputan feature atau tulisan ringan dari kasus bom Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott. Tak mungkin “pak may” tertawa ada bom, kecuali dia gila. Dan benar memang, Okezone menulis hasil wawancara dengan “pak ojak” bahwa penghasilannya menurun 50 persen akibat bom. Karena banyak kantor di sekitar lokasi bom yang libur, jadi karyawannya pun tidak lagi menggunakan jasa ojek pak ojak. Sedangkan pak may justru senang, karena sejak bom meledak, banyak warga dan wartawan mendatangi lokasi bom untuk menyaksikan, dan ketika perut sudah keroncongan, mereka pun jajan siomay.

Masih dari Okezone: Isteri Muda dan Isteri Tua Berkelahi, Sebelas Rumah Terbakar. Ini bukan kalimat kiasan, juga bukan lelucon, tapi benar-benar berita peristiwa. Dua orang isteri dari seorang lelaki di Kalimantan Timur bertengkar, saling siram bensin, dan akhirnya mengakibatkan 11 rumah hangus terbakar. Berita begini layak masuk rubrik Indonesiana majalah Tempo.

Berita menyedihkan dari Australia dikutip Detikcom: Seorang wanita hamil kena virus flu babi, akibatnya bayi dalam kandungannya meninggal.

Berita “serius tapi lucu” dimuat Inilah.com: Politisi Gerindra, Permadi, mengatakan Presiden SBY telah ditipu bawahannya. Masalahnya soal foto yang diperlihatkan SBY beberapa hari lalu, di mana tampak gambar wajah SBY berbekas tembakan peluru. Menurut Presiden, mengutip data intelijen, foto ini ditemukan polisi beberapa bulan lalu dari tangan kelompok teroris yang latihan menembak di Kalimantan Timur dan mereka telah ditangkap Polri. Kapolri berkata, ada kaitan antara teroris Kaltim itu dengan peristiwa teror bom di hotel Marriot. Ternyata, menurut Permadi, foto itu telah pernah ditunjukkan dalam sidang DPR empat tahun lalu berkaitan kasus Poso. Hati-hati, Pak SBY, jangan ketipu intel Melayu.

Berita yang melegakan hati datang dari Malang seperti kukutip dari Tempo Interaktif: Warga Malang menolak kedatangan Abu Bakar Ba’asyir. Menurut Blog Berita ini sebuah langkah maju dari masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam [lihat video ceramah agama serukan ajakan membunuh oleh ustad Sobri Lubis dari FPI, dihadiri Baasyir, dkk]. Seorang pembaca Tempo Interaktif di Wonosari berkomentar:

Masyarakat sekarang sudah lebih melek, jadi Ngruki nggak usah sewot dengan penolakan terhadap Basyiir di Malang. Orang menolak berdasarkan pengalaman dan kebiasaan Baasyir yang selalu provokatif dalam ceramahnya. Supaya lain waktu, yang namanya agama nggak digunakan untuk tujuan yang lain. Karena agama itu baik dan jangan sampai ditunggangi paham yang salah dan radikal.

Kepengen membaca judul-judul berita yang tidak menarik? Baca hantu berselimut di koran Indonesia.

  • Mungkin anda yang memakai email Yahoo tidak bisa melihat foto/gambar ilustrasi dalam artikel-artikel Blog Berita ini. Untuk menampilkan foto, lihat di bagian atas email Yahoo, klik tulisan SHOW IMAGES.
  • Artikel ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Untuk BERKOMENTAR soal topik tulisan, KLIK JUDUL ARTIKEL.
  • Kuucapkan terima kasih buat anda yang setia membaca artikel Blog Berita via email. Sampai Juni 2009 pelanggan Blog Berita sudah mencapai 2.500 orang. Beritahukan kepada teman anda untuk berlangganan Blog Berita secara gratis. Salam, Jarar Siahaan -- www.blogberita.net

Bom meledak, isteri muda berkelahi, SBY ditipu, Ba’asyir ditolak [baguslah...]

tafbutton blue16 Bom meledak, isteri muda berkelahi, SBY ditipu, Baasyir ditolak [baguslah...]

TPL tebangi pohon rakyat Humbang, warga ditangkap polisi

Posted: 21 Jul 2009 05:23 AM PDT


KLIK UNTUK MEMPERBESAR

KLIK UNTUK MEMPERBESAR Gambar pabrik TPL di Porsea, Tobasa.

Lima warga Kabupaten Humbang Hasundutan ditangkap polisi dengan tuduhan merusak asset PT Toba Pulp Lestari, Porsea, Kabupaten Toba Samosir. Warga demo. PT TPL diprotes karena bertahun-tahun terus menebangi haminjon atau pohon kemenyan yang merupakan sumber pencaharian utama masyarakat.

Satu bulan terakhir beberapa koran terbitan Sumut dan juga koran nasional Kompas memberitakan kasus PT TPL kontra warga Desa Sipitu Huta dan Desa Pandumaan, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, Provinsi Sumatera Utara. Bermula ketika warga memprotes penebangan pohon kemenyan oleh kontraktor TPL dengan cara mengambil 14 unit gergaji. Lalu ribuan warga berunjuk rasa di kantor Bupati dan DPRD Humbahas pada 29 Juni, mendesak pemerintah menghentikan penebangan pohon kemenyan di wilayah kedua desa oleh TPL yang sebelumnya bernama PT Indorayon.

Menurut mereka, terdapat sekitar 250 warga yang dirugikan karena pohon kemenyan mereka ditebangi TPL di kawasan seluas 200 hektare. Warga yang tidak sabar melihat TPL terus menebangi pohon kemenyan pada 14 Juli membakar gelondongan kayu hasil tebangan TPL dan dua unit mobil alat berat.

Tak lama berselang polisi setempat menangkap dan menahan lima warga yang dituduh terlibat dalam kasus pengrusakan asset TPL. Mereka adalah Janes Sinambela [50 tahun], Mausim Lumban Batu [60 tahun], Sartono Lumban Gaol [43 tahun], Lahang Lumban Gaol [50], dan Nusantara Lumban Gaol [25 tahun] — Kompas edisi 18 Juli. Warga lainnya tidak menerima tindakan polisi menahan mereka, lalu masyarakat desa berunjuk rasa di Polres Humbang Hasundutan di Dolok Sanggul.

Hasil rapat di kantor Gubernur Sumut telah memutuskan, untuk sementara waktu TPL dilarang menebang kemenyan di Kabupaten Humbahas. Pihak TPL sendiri mengatakan, selama ini mereka tidak mencuri kayu rakyat atau illegal logging, karena ada izin dari Menteri Kehutanan.

Seorang pembaca koran Waspada berkomentar: Hai, para bupati yang mendapat dana dari PT TPL, termasuk Bupati Tobasa, Humbahas, Samosir, kalian sudah kena suap dari pihak begu lantuk kalau kalian tidak berpartisipasi mengatasi penebangan hutan rakyat. Biarlah kalian yang mendapat ganjaran/karma nantinya dari kawasan Danau Toba.

Sementara koran SIB menulis tanggapan Wakil Bupati Humbang Hasundutan, Marganti Manullang, kepada warga pengunjuk rasa: Penebangan ini harus dihentikan, karena jelas-jelas merugikan rakyat banyak. Kalau masalah RKT yang telah diberi izin oleh pemerintah, maka akan segera kita mintakan untuk ditinjau kembali, bila perlu dicabut izinnya. Karena rakyat jauh lebih penting kehidupannya daripada keberadaan PT TPL.

Jarang-jarang Blog Berita melihat pejabat publik di kawasan Tapanuli yang setegas Wakil Bupati Manullang untuk bersikap “kontra” terhadap perusahaan raksasa TPL. Biasanya jawaban pejabat di sini adalah: akan kita perhatikan, atau akan kita bicarakan dengan pihak TPL.

Sebenarnya masalah penebangan kemenyan rakyat Humbang ini sudah muncul lebih dua tahun lalu, tapi saat itu pemerintah terkesan tidak bersikap tegas. Pada Februari 2007 seperti diberitakan Waspada, rakyat di sana sudah pernah berunjuk rasa mengeluhkan TPL, karena pohon kemenyan adalah sumber penghasilan banyak petani sejak dahulu.

Saran Blog Berita untuk PT TPL: Belajarlah dari masa lalu, ubah cara mendekati rakyat

Untuk pejabat humas TPL seperti Chairuddin Pasaribu di kantor Medan dan Tagor Manik di kompleks pabrik TPL, Desa Sosor Ladang, Kecamatan Porsea, Kabupaten Tobasa, juga petinggi TPL seperti Juanda Panjaitan dan Mulia Nauli, sebagai warga bonapasogit dan mantan wartawan suratkabar yang dulu sering berurusan dengan TPL, aku menyarankan agar pihak TPL benar-benar menjalankan apa yang kalian sebut sebagai “paradigma baru”.

Paradigma baru seharusnya bukan cuma urusan patuh pada hukum — misalnya tidak melakukan illegal logging atau mencuri kayu rakyat, tidak mencemari lingkungan, dll — tapi juga termasuk “cara baru” mengambil hati rakyat.

Kurasa kalian tidak akan membantah bahwa dulu sebelum Era Reformasi banyak masalah dan keluhan warga kawasan Tapanuli terhadap operasional TPL yang tidak muncul di media pers. Mungkin kala itu ada pihak tertentu yang pintar membungkam media. Dan juga dulu sering terjadi, bila ada aksi demonstrasi warga, baik di Tobasa maupun Taput dan sekitarnya, pihak aparat keamanan lalu menangkapi warga demonstran dengan alasan berbuat anarkis.

Pak Mulia dan Pak Juanda, mari kita sedikit bernostalgia. Di awal Reformasi ada seorang warga Tobasa yang pasti kalian kenal dengan baik, dia termasuk pentolan kubu penentang TPL kala itu. Semasa pemilu dia diusung sebuah partai politik menjadi caleg DPRD Tobasa, dia berkampanye dengan jualan utama “kita tolak TPL!” dan akhirnya memang dia terpilih sebagai wakil rakyat. Tidak lama duduk di gedung Dewan, tiba-tiba dia berubah haluan. Idealismenya membela rakyat hilang total, dan dia diisukan menjadi pendukung TPL. Dalam beberapa aksi unjuk rasa warga Tobasa terhadap TPL, nama si oknum itu sering diteriakkan, “Kita gonikan si ***, pengkhianat!” Aku termasuk yang menulisnya di koran.

Kisah lainnya, pernah ketika meliput sebuah acara di lokasi TPL Porsea, aku dan sejumlah teman wartawan melihat seorang aktivis mahasiswa hadir di TPL untuk memberikan keterangan pers. Intinya dia berkata, pencemaran lingkungan oleh TPL yang diberitakan selama ini tidaklah benar. Kubiarkan dia dan teman wartawan saling bertanya-jawab. Sebelum wawancara usai, aku bertanya pada si mahasiswa:

“Bukankah anda yang dulu sering mendemo TPL bersama rakyat Tobasa termasuk demo berdarah di Polres Taput?”

Dia mengangguk.

“Jadi mengapa sekarang anda tiba-tiba membela TPL?”

Jawabannya kurang lebih seperti ini: “Kami tidak tahu masalah sebenarnya. Dulu aku dan beberapa teman mahasiswa diajak sebuah LSM di Medan, katanya TPL merusak lingkungan. Tapi setelah sekarang kami lihat langsung, ternyata informasi itu tidak benar.”

“Kok bisa mahasiswa seperti anda dibohongi LSM?”

Dia tidak menjawab.

Apa yang ingin kusampaikan kepada TPL dari kisah masa lalu di atas adalah agar TPL mengubah cara-cara mendekati atau mengambil hati rakyat. Jangan lagi hanya melobi pentolan LSM atau oknum pejabat daerah, tapi terjunlah langsung ke tengah masyarakat untuk mendengarkan keluhan mereka lalu berikan bantuan atau solusi.

Mungkin TPL akan berkata, kami sudah berupaya melakukannya dengan menyisihkan bermilliar-milliar keuntungan tiap tahun untuk dipakai rakyat lewat lembaga independen berbentuk yayasan. Tapi kemudian kita semua tahu ada oknum pengurus yayasan itu yang diduga “bermain” sampai akhirnya TPL sendiri telah menghentikan sementara aliran dana community development tersebut.

Lalu soal pers. Kusarankan kepada manajemen TPL, khususnya pejabat di bidang kehumasan, supaya tidak langsung merasa aman dan nyaman kalau sudah melakukan “kerja sama yang baik” dengan redaksi media, misalnya koran-koran terbitan Sumatera Utara.

Misalkan saja semua wartawan Sumut ditutup mata dan telinganya agar tidak menulis berita miring, tidak berarti informasi otomatis tidak akan mencuat ke permukaan. Mungkin sepuluh tahun lalu teknik begini efektif, namun sekarang tidak lagi, apalagi di era multimedia Internet. Lihatlah, di seluruh kabupaten kawasan Tapanuli dua tahun terakhir sudah banyak bermunculan blogger dan citizen journalist alias pewarta warga — warga biasa yang menulis opini dan berita di weblog. Mulai Tapanuli Utara, Toba Samosir, Samosir, Sibolga, termasuk Humbang Hasundutan yang kini lagi disoroti kasusnya.

Sangat mudah bagi blogger Tapanuli misalnya mengunggah foto illegal logging atau video aksi demo warga ke Internet. Informasi itu bisa jadi tertangkap redaksi Metro TV atau LSM internasional pencinta lingkungan hidup lewat mesin pencari Google, lalu mereka menurunkan timnya untuk menelusuri lebih dalam.

Ketika pers dibungkam, blogger angkat bicara.

Maka cara terbaik meredam, atau katakanlah mengurangi, pemberitaan negatif bukanlah dengan mendekati jurnalis dan blogger. Cara terbaik ialah: Langsung dekati rakyat, dengarkan keluhan dan aspirasi mereka.

Rakyat yang kumaksud bukanlah orang-orang yang mengaku tokoh masyarakat, tokoh adat, atau politikus; karena justru banyak dari mereka sesungguhnya hanyalah “raja olah” dan tokoh sontoloyo.

  • Mungkin anda yang memakai email Yahoo tidak bisa melihat foto/gambar ilustrasi dalam artikel-artikel Blog Berita ini. Untuk menampilkan foto, lihat di bagian atas email Yahoo, klik tulisan SHOW IMAGES.
  • Artikel ini boleh dikutip dengan menyebutkan sumbernya www.blogberita.net dan membuat tautan-balik. Untuk BERKOMENTAR soal topik tulisan, KLIK JUDUL ARTIKEL.
  • Kuucapkan terima kasih buat anda yang setia membaca artikel Blog Berita via email. Sampai Juni 2009 pelanggan Blog Berita sudah mencapai 2.500 orang. Beritahukan kepada teman anda untuk berlangganan Blog Berita secara gratis. Salam, Jarar Siahaan -- www.blogberita.net

TPL tebangi pohon rakyat Humbang, warga ditangkap polisi

tafbutton blue16 TPL tebangi pohon rakyat Humbang, warga ditangkap polisi

Tidak ada komentar:

Ada kesalahan di dalam gadget ini